Dari Blitar ke Singapura: Perjalanan Melon Mitra Petani Sunpride Menembus Pasar Internasional

Melalui penguatan kapasitas petani, peningkatan kualitas, dan kolaborasi di sepanjang rantai nilai pertanian, Great Giant Foods terus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk hortikultura lokal.
Bagi para petani, melihat hasil panen mereka menjangkau pasar internasional bukan sekadar pencapaian bisnis. Di baliknya terdapat proses panjang yang melibatkan konsistensi, peningkatan kualitas, serta kolaborasi berbagai pihak. Di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, perjalanan tersebut kini menjadi nyata melalui melon hasil budidaya mitra petani Sunpride yang berhasil menembus pasar Singapura.
Pencapaian ini menunjukkan potensi sektor hortikultura Blitar sekaligus pentingnya kolaborasi dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani lokal. Melalui ekosistem agrifood yang terintegrasi, Great Giant Foods (GGF) bekerja bersama para mitra petani dan pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas pertanian, meningkatkan kualitas hasil produksi, serta menciptakan peluang yang lebih besar bagi produk hortikultura lokal.
Membangun Fondasi yang Lebih Kuat bagi Petani
Perjalanan dari kebun hingga pasar ekspor tidak hanya bergantung pada proses budidaya. Konsistensi kualitas produk, penanganan pascapanen yang tepat, serta akses terhadap pasar juga menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
GGF mendukung proses tersebut melalui dua unit bisnis yang saling melengkapi. PT Nusantara Segar Abadi (NSA) berfokus pada budidaya dan pemberdayaan petani, sementara PT Sewu Segar Nusantara (SSN) melalui brand Sunpride berperan dalam pengembangan akses pasar dan distribusi. Keduanya terhubung untuk memperkuat rantai nilai pertanian dari tingkat produksi hingga pasar.
Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan peningkatan praktik budidaya dan kualitas produksi berjalan beriringan dengan penguatan penanganan pascapanen serta distribusi. Dengan memperkuat keterhubungan tersebut, GGF berupaya membantu petani menciptakan nilai yang lebih besar dari hasil panen sekaligus mendukung ekosistem hortikultura yang lebih tangguh.
Tumbuh Bersama melalui Kolaborasi di Daerah
Pengembangan sektor hortikultura di Blitar juga didukung oleh kolaborasi antara petani, dunia usaha, dan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Blitar berperan sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan pertanian, peningkatan penanganan pascapanen, serta penguatan daya saing petani lokal.
Pada 26 Agustus 2026, GGF bersama Pemerintah Kabupaten Blitar memperkuat momentum kolaborasi tersebut melalui kegiatan “Berbagi Energi untuk Negeri”, yang diselenggarakan menjelang Hari Tani Nasional. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pihak melalui rangkaian panen melon bersama, pemeriksaan kesehatan bagi mitra petani, penyerahan peralatan pertanian, apresiasi bagi petani, serta pengiriman melon menuju Singapura.
Momentum tersebut menjadi gambaran dari berbagai upaya yang dilakukan bersama untuk mendukung pencapaian ekspor sekaligus memperkuat potensi pertanian di Kabupaten Blitar.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, khususnya Bapak Bupati beserta seluruh jajaran, atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Kami percaya kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha menjadi pondasi penting agar produk hortikultura daerah tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga semakin mampu bersaing di pasar global,” ujar **Cindyanto Kristian, CEO PT Sewu Segar Nusantara.
**
GGF juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M., beserta jajaran pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait atas kolaborasi yang terus dibangun dalam memperkuat ekosistem pertanian dan potensi hortikultura di Kabupaten Blitar.
Perjalanan Petani dari Budidaya hingga Pasar Ekspor
Bagi Edi Santoso, mitra petani sekaligus koordinator pemasok Sunpride di Blitar, perjalanan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat membuka peluang baru bagi petani lokal.
Edi mulai mengembangkan budidaya melon sebelum bergabung dalam jaringan kemitraan Sunpride. Seiring waktu, ia juga turut mendampingi petani lain di wilayah sekitarnya. Melalui konsistensi dalam menjaga kualitas dan kolaborasi di dalam jaringan petani, melon yang dihasilkan kini dapat menjangkau pasar Singapura.
“Ketika melon dari kebun kami bisa dipasarkan hingga Singapura tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas dan berkembang bersama,” ujar Edi.
Perjalanan Edi menunjukkan bahwa pengembangan petani tidak berhenti pada peningkatan kapasitas di tingkat kebun. Ketika pengetahuan, standar kualitas, dan akses pasar diperkuat secara bersamaan, petani memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan membangun mata pencaharian yang berkelanjutan.
Menciptakan Nilai Bersama di Sepanjang Rantai Nilai Pertanian
Sebagai grup agrifood terintegrasi, GGF menghubungkan berbagai tahapan dalam rantai nilai pertanian, mulai dari budidaya dan pemberdayaan petani di sisi hulu hingga akses pasar dan distribusi melalui Sunpride di sisi hilir. Pendekatan ini mendukung prinsip Creating Shared Value (CSV) dengan mempertemukan pengembangan bisnis dan penciptaan peluang bagi petani serta masyarakat di sekitarnya.
Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada bagaimana petani dapat meningkatkan kualitas, memperkuat penanganan pascapanen, serta terhubung dengan pasar yang menghargai produk mereka. Pada saat yang sama, upaya ini turut mendukung ketersediaan produk hortikultura berkualitas dan meningkatkan daya saing pertanian lokal.
Kolaborasi di Blitar menjadi bagian dari komitmen GGF untuk tumbuh bersama para mitra di sektor pertanian. Dengan mempertemukan peran petani, pemerintah daerah, dan kapabilitas bisnis, GGF berupaya mendukung ekosistem hortikultura yang mampu mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan melon hasil budidaya mitra petani Blitar yang kini menjangkau Singapura, perjalanan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi di sepanjang rantai nilai pertanian dapat membuka peluang pasar baru sekaligus mendukung petani untuk terus berkembang.

