Mengubah Sisa Pangan Menjadi Telur Bernutrisi melalui Inovasi Sirkular

11 Januari 2026

Mengubah Sisa Pangan Menjadi Telur Bernutrisi melalui Inovasi Sirkular

Melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF) dan kemitraan dengan masyarakat, Great Giant Pineapple terus mengeksplorasi berbagai cara inovatif untuk mengurangi limbah organik, mendukung mata pencaharian masyarakat sekitar, dan menciptakan nilai di sepanjang sistem pangan.

Limbah pangan masih menjadi tantangan lingkungan yang terus berkembang. Namun, dengan pendekatan yang tepat, bahan organik dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai.

Salah satu solusi yang potensial adalah budidaya larva black soldier fly, yang dikenal sebagai maggot. Larva ini dapat mengonsumsi berbagai jenis bahan organik, termasuk buah yang tidak memenuhi standar, sisa makanan rumah tangga, dan limbah biodegradable lainnya. Setelah dibudidayakan, larva BSF dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan yang kaya protein.

Sejak 2019, tim **Community Relations and Development PT Great Giant Pineapple (GGP) **telah bekerja sama dengan masyarakat Desa Bandar Agung untuk mengembangkan budidaya BSF melalui kelompok masyarakat Mina Pola Abadi.

Inisiatif ini mendukung pengelolaan limbah organik secara bertanggung jawab sekaligus membantu masyarakat mengembangkan pengetahuan praktis dan peluang ekonomi baru. Hal ini mencerminkan pendekatan GGP terhadap keberlanjutan yang lebih luas, di mana kolaborasi dengan masyarakat sekitar memiliki peran penting dalam menciptakan nilai lingkungan dan sosial jangka panjang.

Pada awal 2025, tim Sustainability serta Community Relations and Development GGP mulai mengeksplorasi pemanfaatan larva BSF sebagai alternatif bahan pakan untuk ayam petelur melalui kolaborasi dengan masyarakat sekitar.

Uji coba awal menggunakan pakan yang mengandung larva BSF menunjukkan hasil yang positif terhadap perkembangan ayam dan kualitas telur. Selain berpotensi menjadi sumber protein alternatif, inisiatif ini juga membuka peluang bagi mitra masyarakat untuk mengembangkan produk bernilai tambah dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Dengan menghubungkan pengelolaan limbah organik dan budidaya berbasis masyarakat, program ini menunjukkan bagaimana praktik ekonomi sirkular dapat memberikan manfaat di berbagai aspek—mulai dari mengurangi limbah biodegradable dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hingga memperkuat kapasitas masyarakat serta mendukung mata pencaharian yang berkelanjutan.

Melalui berbagai inisiatif seperti ini, GGP terus mengeksplorasi solusi praktis untuk mengubah material yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi sumber daya yang bernilai, sekaligus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.