Perumda Bali Ingin Perkuat Kerjasama Kemitraan Cavendish GGF

Perumda Bali Ingin Perkuat Kerjasama Kemitraan Cavendish GGF

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bali mengunjungi perkebunan Great Giant Foods (GGF) di Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Propinsi Lampung setelah menjalin kerjasama penanaman Pisang Candesih dengan PT Nusantara Segar Abadi (PT NSA) sejak 2019.

“Selama ini mengetahui Great Giant Foods sekilas dari tayangan video dan foto saat berdiskusi dengan teman-teman NSA Bali. Kunjungan ini tentunya menjawab rasa penasaran kami bagaimana GGF Lampung mengelola perkebunan modern, pabrik, dan produksinya,” kata Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Kerta Bali, Saguna Nyoman Kami Artana saat berada di Gedung Training GGF Lampung, Selasa (21/2).

Didampingi Head of Operation NSA Bali, Rahmat Hidayatullah Sofyan, Senior Manager Banana, Aris Wahyudi, Corporate Communication GGF, Indra Ardiyanto, Packing House and Harvest Banana Manager PG1, Edwin Bahari secara langsung melihat proses panen buah nanas, proses packing Pisang Cavendish, dan proses packing Jambu Kristal (Guava).

Kami Artana, mengatakan, kunjungannya bersama tim sangat menambah wawasan terhadap pengelolaan perkebunan modern. Karena di Bali lahan sedikit, kebun tradisional tidak ada yang semodern atau seprofesional seperti di GGF.

Atas izin Gubernur, program ini akan terus dilanjutkan. Masyarakat semakin melihat bukti keberhasilan dari kerjasama ini termasuk kemitraan program Creating Share Value (CSV) dengan petani seluas 10 hektar yang ada di Kabupaten Bangli dan Gianyar, lanjutnya.

Menurut Kami Artana, pola kerjasama ini ada peluang diintegrasikan dengan model agrowisata. Selama ini wisatawan datang ke Bali untuk menikmati pantai, gunung, dan obyek wisata lainnya. Ia kira ini juga bisa menjadi wisata baru di Bali, orang bisa datang melihat kebun pisang yang tertata rapih sambil menikmati buah pisangnya.

“Selain Agrowisata, Eduwisata bisa dilakukan karena praktisi kampus atau pelajar sekolah bisa mengetahui bahwa ini ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang diimplementasikan. Saya kira kedepan di Bali ada wisata agro dan edukasi tentang perkebunan,” selorohnya.

Bali punya Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pemanfaatan dan penggunaan potensi produk lokal seperti ikan, buah, dan sayuran. Gubernur selalu menghimbau kepada hotel-hotel di sana untuk menggunakan buah lokal asli Bali.

“Saya kira ini bagus untuk GGF mengembangkan komoditi lain seperti nanas, alpukat, dan durian, karena hotel sudah siap sebagai offtaker. Banyak buah-buahan unggul di Bali seperti manggis, salak, yang kadang produksinya banyak setelah panen besar, harga jatuh pasca panennya belum termaksimalkan,” tandasnya.

Ditambahkan Rahmat, dengan kebun yang ada saat ini sudah bisa memproduksi 4.000 box per minggu. Kurang lebih sepertiga dari permintaan kebutuhan (demand) di Bali bisa dipenuhi dan kekurangannya masih disupply dari GGF Lampung.

Share